Selasa, 13 Mei 2014

Idealkah Tubuh Anda?

Salam olahraga,
Kali ini saya akan sedikit membahas tentang materi yang saya dapatkan sewaktu kuliah. Materi yang akan saya bahas adalah mengenai Berat Badan Ideal dan Status Gizi.

                                                          http://www.arieon.my/main/wp-content/uploads/2013/03/perut-buncit.jpg                                     

   1)      Berat Badan Ideal (BBI)
Kita mulai dengan BBI. Saya tidak akan pernah membahas tentang apa definisi BBI. Saya hanya akan memberikan rumus untuk menghitung Berat Badan Ideal anda. Tentunya setelah itu, anda bisa menghitung sendiri berapa berat badan ideal anda. Sebagai catatan, satuan berat yang saya gunakan adalah Kilogram (Kg). Tentunya satuan tersebut memang salah, sebab dalam ilmu Fisika, satuan berat adalah Newton (N), dan Kilogram adalah satuan untuk massa. Namun saya melihat dari kebiasaan penduduk Indonesia yang sudah terlanjur salah kaprah dengan menggunakan Kilogram sebagai satuan berat.
 

                    Keterangan :
                    BBI : Berat Badan Ideal (Kg)
                    TB   : Tinggi Badan (cm)

   2)      Status Gizi ( untuk usia 18 tahun ke atas)
      Bagaimana keadaan status gizi anda? Utuk mengetahui status gizi seseorang, maka kita harus   mengetahui Indeks Massa Tubuh. Langsung saja akan saya berikan rumus berikut :

                                  


 
                    Keterangan :
                    IMT   : Indeks Massa Tubuh
                    BB     : Berat Badan (Kg)
                    TB      : Tinggi Badan (m)
Sebagai catatan, dalam rumus IMT satuan tinggi badan yang digunakan adalah Meter (m), bukan centimeter (cm).
Selanjutnya, setelah kita dapatkan hasil IMT, maka akan kita cocokkan dengan tabel berikut ini :

Keadaan Status Gizi
Kategori
IMT
Kurus Sekali
Kekurangan BB tk berat
< 17,0
Kurus
Kekurangan BB tk ringan
17,0 – 18,4
Normal
Normal
18,5 – 25,0
Gemuk
Kelebihan BB tk ringan
25,1 – 27,0
Obesitas
Kelebihan BB tk berat
> 27,0

 
   3)      Contoh soal
                    Rian mempunyai tinggi badan 170 cm dan berat badan 65 Kg.
a)      Berapakah BBI Rian?
b)      Bagaimana keadaan status gizi Rian?
Jawaban :
a)      BBI = TB-100-10%(TB-100)
BBI= 170-100-10%(170-100)
BBI= 170-100-10%(70)
BBI= 170-100-7
BBI= 63 Kg

Jadi, berat badan ideal Rian adalah 63 Kg

b)      IMT = BB (Kg)
           TB (m)  x TB (m)
IMT = 65             
           1,75 x 1,75
IMT= 65      
          3,0625
IMT = 21,22449
Selanjutnya kita cocokkan dengan tabel. 21,22449 masuk dalam kategori Normal. Jadi keadaan status gizi Rian dalam keadaan Normal.

Nah, sekarang, tugas anda carilah BBI dan Status Gizi anda! Semoga bermanfaat.
Ciao!! 

 Tulisan ini juga dapat anda baca di http://fellisharegroup.blogspot.com/2014/05/idealkah-tubuh-anda.html
                    
                   

Apakah Kebugaran Jasmani itu?

Suatu hari, Slamet (bukan nama sebenarnya) seorang mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi pergi ke dokter untuk mengecek kondisi kesehatannya yang menurun. Setelah mengecek kondisi Slamet, sang dokter ngobrol mengenai sakitnya. Dokter pun berkata, "Mas, keadaan jasmani kamu kurang bagus, mungkin mas kurang olahraga, jadi mas rentan terkena penyakit". Slamet membalas, "Loh dok, saya ini mahasiswa olahraga dok, uhuk uhuk.. Setiap hari saya olahraga... Maaf, deduksi anda salah besar.. Uhuk uhuk....". Wajah dokter itu pun memerah, berkeringat, dan tampak kebingungan. Untung saja, dengan sedikit sisa kewibawaannya, dokter itu pun berhasil mengalihkan materi pembicaraannya dengan Slamet.

Begitulah, cerita pendek dari saya untuk mengawali tulisan ini. Tema tulisan saya kali ini adalah Kebugaran Jasmani.

1. Pengertian Kebugaran Jasmani

   Menurut Departemen Kesehatan RI dalam Edy Suwandito, dan Heri Rustanto (2012: 36), kebugaran jasmani adalah "kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas pekerjaannya sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti." Sementara itu  menurut Afriwardi (2011: 37), kebugaran jasmani adalah suatu keadaan ketika tubuh masih memiliki sisa tenaga untuk melakukan kegiatan-kegiatan ringan yang bersifat rekreasi atau hiburan setelah melakukan kegiatan/aktivitas fisik rutin. Jadi, dapat kita simpulkan bahwa kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara efisien dan tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, sehingga masih dapat menikmati waktu luangnya.

    Tingkat kebugaran jasmani masing-masing orang pasti berbeda. Misalnya, pelari marathon pasti memiliki kebugaran jasmani yang berbeda dengan seorang direktur Bank. Jadi, apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani? 

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebugaran Jasmani 
    
    Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani seseorang: 
    a. Umur
      Pada usia pertumbuhan, kebugaran jasmani seseorang akan baik, hal ini dikarenakan fungsi organ tubuh akan tumbuh secara maksimal. Pada orang tua, kebugaran jasmaninya cenderung menurun, hal ini dikarenakan banyak jaringan yang mengalami kerusakan.
    b. Jenis Kelamin
      Pria umumnya memiliki tingkat kebugaran jasmani yang melebihi kaum wanita. Perbedaan fungsi hormon merupakan menjadi pembeda utama kebugaran jasmani antara pria dan wanita.   
    c. Keturunan
      Orang dengan kulit berwarna pada umumnya memiliki kemampuan fisik yang lebih baik daripada orang berkulit putih. Sebagai contoh, pelari-pelari asal Kenya dan Ethiopia selalu menguasai perlombaan lari marathon level internasional. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh banyaknya jumlah mitokondria sel dalam tubuh. Dalam tubuh manusia, jika mitokondria yang terkandung lebih banyak, maka dapat meningkatkan kemampuan sel untuk menyediakan energi. Menurut Afriwardi (2011:41), orang-orang kulit berwarna dari suku bangsa Afrika ternyata sejak lahir telah memiliki jumlah mitokondria sel yang lebih banyak.
    d. Lingkungan
    Lingkungan yang sehat, baik dari segi fisik, sosial, maupun ekonomi, dapat mempengaruhi kebugaran jasmani seseorang. Misalnya, lingkungan tempat tinggal yang kumuh, dekat dengan limbah sampah, akan mencemari udara sekitar yang tentunya akan berdampak buruk bagi kebugaran jasmani warga yang tinggal di daerah tersebtu.
    e. Makanan
     Kandungan  gizi dan kalori yang terdapat dalam makanan menentukan ketersediaan sumber energi dalam  tubuh. Energi tersebut tentunya dibutuhkan untuk melakukan aktivitas fisik sehari-hari.
    f. Latihan fisik
   Orang yang terlatih akan mempunyai kondisi fisik yang bagus, memungkinkannya untuk  melakukan aktivitas sehari-hari.
    g. Gaya hidup
      Contoh gaya hidup seseorang yang berdampak buruk bagi kebugaran jasmani adalah kebiasaan merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol.

    Dari ketujuh faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani seseorang tersebut di atas, kita dapat mengkategorikannya menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. 



3. Komponen Kebugarn Jasmani

    Pembagian komponen kebugaran jasmani dapat kita lihat dalam skema berikut :
    
      

     Untuk selanjutnya, mari kita bahas satu-persatu:
     a. Komposisi lemak tubuh
      Jaringan lemak tubuh merupakan jaringan yang tidak terlibat langsung dalam pembentukan energi atau dapat dikatakan sebagai jaringan yang tidak aktif dalam pembentukan energi. Seseorang  dianggap memiliki kebugaran yang baik jika mempunyai massa jaringan aktif yang lebih besar dari pada jaringan yang tidak aktif.
     b. Kekuatan dan ketahanan otot
     Orang dengan otot yang kuat dan dpat bertahan dengan lama memiliki kebugaran yang baik (Afriwardi, 2011: 39). Contoh aktivitas yang memerlukan kekuatan dan ketahanan otot adalah push-up.
     c. Ketahanan jantung dan paru
       Merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan sistem jantung, paru-paru, dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus. Contoh aktivitas yang memerlukan ketahanan jantung dan paru adalah lari marathon.
     d. Fleksibilitas
       Fleksibilitas adalah efektivitas seseorang dalam menyesuaikan diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas. Fleksibilitas dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kelentukan dan kelenturan. Ada perbedaan mendasar antara kelentukan dan kelenturan. Kelentukan berkaitan dengan persendian, sementara kelenturan berkaitan dengan otot.
     e. Ketangkasan
     Ketangkasan mencerminkan keterampilan khusus gerak motorik berbeda yang dilakukan secara berurutan.
     f. Kecepatan
      Merupakan kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat-singkatnya.
     g. Waktu reaksi
   Merupakan kemampuan seseorang untuk segera bertindak secepatnya dalam menanggapi rangsangan yang ditimbulkan lewat indera.
     h. Keseimbangan
      Merupakan kemampuan seseorang mengendalikan dan mempertahankan  posisi tubuh dalam jangka waktu tertentu.
     i.  Koordinasi
      Koordinasi adalah kemampuan tubuh dalam menyatukan berbagai gerakan organ tubuh yang berlainan sehingga mencapai keluwesan kerja.
     j. Daya ledak otot
        Merupakan kemampuan otot untuk mengeluarkan kekuatan secara maksimal dalam waktu yang singkat.
    k. Ketepatan
    Merupakan kemampuan seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran.
    i. Kelincahan
     Merupakan kemampuan seseorang dalam mengubah satu posisi ke posisi lain dalam waktu singkat dengan koordinasi yang baik.

 Begitulah pembahasan saya tentang kebugaran jasmani. Kurang dan lebihnya, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Grazie!


Daftar Pustaka :

Afriwardi.(2011). Ilmu Kedokteran Olahraga. Jakarta: EGC

Edy Suwandito dan Heri Rustanto. (2012). Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMA/MA  Kelas XI Semester Gasal. Klaten : Viva Pakarindo.

Catatan-catatan kuliah makul Pendidikan Kebugaran Jasmani dosen pengampu Dra. A. Erlina Listyarini, M.Pd.